Langsung ke konten utama

KI HADJAR DEWANTARA DALAM PERJALANAN PENDIDIKAN INDONESIA

 


Gagasan Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bermula dari penjajahan colonial belanda yang mendirikan pengajaran dan Pendidikan terhadap golongan tertentu. Hal itu sejalan dengan cita-cita dan tujuan tertentu dari bangsa belanda.



            Taman siswa menjadi jawaban dan cita-cita yang luhur untuk Pendidikan dan pengajaran di bangsa Indonesia. Gagasan mendirikan sekolah atau pendidikan berasal dari sarasehan (diskusi) tiap hari Selasa-Kliwon. Peserta diskusi sangat prihatin (menderita batin) terhadap keadaan pendidikan kolonial. Sistem pendidikan kolonial yang materialistik, individualistik, dan intelektualistik diperlukan lawan tanding, yaitu pendidikan yang humanis dan populis, yang memayu hayuning bawana (memelihara kedamaian dunia).



            Dengan selangkah lebih jelas, lalu upaya apa untuk terealisainya cita-cita Pendidikan Indonesia? entu metode pengajaran kolonial yang harus diubah, yaitu dari sistem pendidikan “perintah dan sanksi (hukuman)” ke pendidikan pamong. Pendidikan kolonial didasarkan pada diskriminasi rasial yang di dalamnya sudah terdapat pemahaman kepada anak-anak bumiputra yang menderita inferioritas. Kondisi seperti ini harus diubah dari pendidikan model ”perintah dan sanksi”, meski pemerintah kolonial sendiri menggunakan istilah santun “mengadabkan “ bumiputra tetapi dalam praktek cara-cara kolonial yang tidak manusiawi tetap berjalan.

Dengan upaya untuk merubah pola pikir dari zaman belanda dengan keadaan ketika itu, Perilaku guru dalam mendidik murid atau anak bangsa menjadi pegangan dan modal utama sehingga KHD menciptakan istilah yang kemudian sangat terkenal, yaitu: 1. Ing ngarsa sung tulada (di muka memberi contoh), 2. Ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), 3. Tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya).

Ketiga konsep itulah sampai sekarang masih di pakai dalam Pendidikan dan pengajaran di Indonesia dengan mengembangkan nya dengan metode-metode pengajaran dan Pendidikan yaitu 1. Sistem Among 2. Tut wuri Handayani dan 3. Tringa.

Oleh: Khoirul Azharudin

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah KANDUNGAN POKOK AL-QURAN

KANDUNGAN POKOK AL-QUR’AN Khoirul Azharudin NIM: B73218092 Kelas: B2 Dosen Pengampu : Prof.Dr. Moh. Ali. Azis M. Ag Asisten Dosen : Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I Baiti Rahmawati,S.Sos BIMBINGAN KONSELING ISLAM UIN SUNAN AMPEL SURABAYA 201 8 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamualaikum Wr. Wb. Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, serta taufik dan hidayah -Nya sehingga makalah yang berjudul Kandungan Pokok al-Qur’an dapat disusun dengan baik dan lancar. Makalah ini disusun oleh penulis sebagai media pembahasan singkat tentang kandungan pokok al-Qur’an sebagai pedoman singkat dalam belajar al-Qur’an yang bersumber dari beberapa referensi. Tak lupa, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, selaku dosen pembimbing mata kuliah Study Al-Qur;an yang telah berkenan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman beliau kepada semua ma...

Pengabdian

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Pengalaman saya ketika mengabdi di masyarakat, dan ketika itu mengajar anak sd swasta di dlodo yang murid nya 12 satu sd. Banyak cara adik" tersebut mengekpresikan kegiatan nya dalam belajar, saya merasa takut ketika menyampaikan ke adik" karena pendidikan di sana masih di bawah dari pada sekolah" yang sudah negeri. Saya salut kepada adik" yang masih semangat belajar dan selalu datang lebih pagi dari pada ibu guru mereka.