Langsung ke konten utama

Makalah KANDUNGAN POKOK AL-QURAN


KANDUNGAN POKOK AL-QUR’AN

Khoirul Azharudin
NIM: B73218092
Kelas: B2

Dosen Pengampu :
Prof.Dr. Moh. Ali. Azis M. Ag
Asisten Dosen :
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I
Baiti Rahmawati,S.Sos

BIMBINGAN KONSELING ISLAM
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2018





KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamualaikum Wr. Wb.
Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul Kandungan Pokok al-Qur’an dapat disusun dengan baik dan lancar.
Makalah ini disusun oleh penulis sebagai media pembahasan singkat tentang kandungan pokok al-Qur’an sebagai pedoman singkat dalam belajar al-Qur’an yang bersumber dari beberapa referensi.
Tak lupa, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, selaku dosen pembimbing mata kuliah Study Al-Qur;an yang telah berkenan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman beliau kepada semua mahasiswa/i. Dan kepada Ibu Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I dan Ibu Baiti Rahmawati,S.Sos.selaku asisten dosen mata kuliah ini.
            Semoga, makalah yang telah disusun dapat memberikan manfaat serta membantu mahasiswa/i dalam mencari informasi dan tentunya berguna bagi pembaca lainnya.







Surabaya,  09 September 2018
Penyusun.




DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………....…….i
Daftar Isi…………………………………....iii
Beberapa Pendapat Tentang Pokok Pokok
Kandungan Al-Qur’an…………….……....1
Kesimpulan…………………....……….......29
Daftar Pustaka






Beberapa Pendapat Tentang Pokok-Pokok Kandungan Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah untuk pegangan hidup untuk umat manusia, karena di dalamnya terkandung petunjuk-petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Al-Quran di turunkan bukan hanya untuk satu umat atau dalam tempat dan masa tertentu saja, melainkan di turunkan untuk seluruh umat manusia[1].
TIDAK ada sebutan yang tepat untuk al-Qur’an, karena segala sesuatu terkait dengan nya. Ketika al-Qur’an di katakana sebagai al-Syifa’ (obat), tepatnya al-Quran tidak saja sebagai obat. Ia bukn sekedar tulisan (al-Kitab) bacaan (al-Qur’an), pembeda antara yang benar dan salah (al-Furqan), petunjuk (al-huda), kitab yang di turunkan (al-Tanzil), dan sebagainya, melainkan perpaduan dari semua, al-Qur’an adalah multi fungsi.[2].

Allah telah memberikan keterangan-keterangan dalam al-Qur’an tentang segala sesuatu yang di perlukan manusia baik mengenai urusan dunia maupun urusan akhirat, untuk semua umat manusia dalam waktu kapan dan dimana saja mereka berada, karena hukum al-Qur’an tetap berlaku fleksibel dan elastis untuk segala masa dan tempat[3].


Berikut ini beberapa pendapat dari ilmuan mengenai isi kandungan al-Qur’an:
1.    Labibus Sa’id – dalam bukunya “Al Jami’us Shoutil Awwalil Qur’anil Karim” mengemukakan sebagai berikut: al-Qur’an itu hakikat sejarah nya benar-benar terjadi dan tersiar. Ia menumbuhkan banyak keanehan yang memenuhi kebutuhan manusia, yaitu berita tentang beberapa hal yang berkenaan dengan syar’iyyah, moral, akal, fisiologi, ilmu astronomi, manusia, estetika, ilmu terapan. Dari sinilah banyak menghasilkan ahli-ahli pengobatan, para orator, serta para ahli ilmu qiro’ah, nahwu, balaghoh, usul fiqih, dan logika[4].

2.    Abul A’la Al Maududi – di dalam kitabnya “Mabadi’ Asasiyah Lifahmil Qur’an”. Al-Quran membicarakan tentang berbagai planet-planet, bagaimana menciptakan nya, membicarakan tentang manusia. Ia juga menjelaskan berbagai persolaan dan masalah di luar alam nyata (metafisika) dan masih banyak lagi tentang kandungan al-Qur’an[5].

3.    Moenawar Kholil – dalam bukunya : “Al-Qur’an dari masa ke masa” Al-Quran di turunkan oleh Allah adalah agar di jadikan pedoman hidup bagi umat manusia, oleh sebab itu Al-Qur’an berisi berbagai ilmu; ilmu Ketuhanan (Theologi), sejarah, riwayat tentang zaman purbakala, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, peperangan. semakin membuktikan jika al-Qur’an adalah suatu kitab yang menjadi sumber ilmu pengetahuan[6].


4.    Abu bakar aceh dalam bukunya “sejarah Al-Qur`an” mengemukakan tentang isi kandungan al-Qur`an diantaranya, al-Qur`an adalah sumber segala pelajaran dan pengetahuan. Ilmu Pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur`an tidak akan habis di timba oleh para ahli fikir dan penyelidik keanehan al-Qur`an. Isi Al-Qur`an yang sesunguhnya hanya allahlah yang mengetahui. Ia bersifat universal, apa yang dicatatnya tersedia didalamnya, kalau abad ini sudah banyak penemuan ilmu pengetahuan, tapi sangat mungkin sekali hari esok tumbuh hal-hal yang lebih baru, sekalipun seakan-akan berlomba lomba membuka tabir keajaiban dunia. Jika meninjau kembali kedalam al-Qur`an, pasti sindiran atau dasar kearah penyidikan itu telah dibayangkan pada abad yang telah lalu olehnya, sebenanya tidak ada yang baru, hanya kita saja yang belum mengetahunya dan tidak ada yang aneh, hanya manusia iu belum mendapatkannya[7].    
Keberadan al-Qur’anul karim adalah meluruskan akidah dan tidak menghendaki kemungkinan adanya pertentangan dan keraguan ketika terjadi kaidah-kaidah ilmu pengetauan atau pada saat kaidah-kaidah itu mengikuti hasil penemuan baru yang merobohkan pemikiran lama yang meragukan, al-Qur’an selalu mendorong kepada umat islam untuk  mendalaminya guna meraih kemajuan jaman, sebab ia selalu memperbaharui cara untuk memperoleh penemuan-penemuan baru dan sarana-sarana pengajaran untuk umat manusia[8].
Itulah keberadaan dan kebesaran al-Quran dengan berbagai isi yang terkandung di dalamnya yang telah di tunjukkan oleh al-Qur’an sendiri, di samping itu para orientalist barat yang telah mengadakan penelitian secara obyektif, mereka pun telah menyatakan dan mengakui kebenaran kewahyuan al-Qur’an;
1.    Dr. Maradres dari perancis menyatakan sebagai berikut : Adapun cara-cara penyusunan al-Qur’an itu sesungguhnya adalah cara-cara susunan (metode) ke-Tuhanan yang Maha Menjadikan, Maha Mulia, dan Maha Tinggi. Maka sesungguhnya metode ini mengandung segala keadaan yang ada dan metode ini keluar dari padanya, tidak lain melainkan metode ke-Tuhanan.

Bahwa perasaan keragu-raguan tentang Wahyu ke-Tuhanan yang diterima oleh Muhammad, itu sengaja ada di dapati  dalam kalangan mereka,sebagaimana diakui pula, bahwa keragu-raguan itu akan lenyap dengan penyelidikan dan pemeriksaan dengan sebenar-benarnya tentang al-Qur’an[9].

2.    Harry Gaylord Dorman menyatakan: al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu Tuhan yang di perantarakan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW, yang sempurna dalam setiap hurufnya. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang tepat actual hingga sekarang, sebagai bukti kebenaran nya dan kebenaran Rasulullah. Mutu keajaiban nya terletak antara lain pada gayanya begitu sempurna dan agung, sehingga tak mungkin ada seorang manusia atau jin yang mampu mengarang surat walaupun surat yang terpendek,sehingga meyakinkan bahwa  tidak mungkin Muhammad yang buta huruf itu dapat menciptakan nya sendiri[10].
 Berikut ini adalah Kandungan pokok al-Qur’an dari berbagai sumber:
1.    Kandungan Kitab Terdahulu dalam Al-Qur’an
Sebagai kitab suci yang terakhir di turunkan  oleh Allah SWT, al-Qur’an menghimpun semua pesan pokok yang temaktub dalam kitab-kitab sebelumnya, ini berarti bahwa petunjuk Allah SWT yang sesungguhnya  adalah al-Qur’an.
Tidak seperti al-Qur’an yang diturunkan secara bertahap, kitab-kitab maupun lembaran wahyu sebelum al-Qur’an di turunkan sekaligus, kandungan wahyu yang di terima oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW tidak berbeda dengan wahyu al-Qur’an, semua wahyu tersebut di ungkapkan oleh al-Qur’an dalam beberapa ayat. Karenanya, meski wahyu para nabi terdahulu diselewengkan dan di ubah oleh umat-umat terdahulu, al-Qur’an tetap menampilkan kandungan asli sekaligus menguak aksi penyelewengan tersebut.
Al-Qur’an tidak memisahkan teks dari konteksnya atau pesan dari tempat lahirnya pesan. Kisah nabi terdahulu yang sering di ceritakan dalam al-Qur’an adalah kisah nabi Musa AS yang menerima kitab Taurat dan Nabi Isa AS yang menerima kitab injil. Kandungan kedua kitab ini sering menghiasi ayat-ayat al-Qur’an. Kedua kitab suci. Dalam Surat Ali ‘Imran [03] ayat 3-4, al-Qur’an menyatakan diri sebagai penyalin atas semua isi kitab Taurat dan Injil, bukan penjelas maupun pengutip, Salinan tersebut persis sebagaimana kandungan aslinya. Tidak ada pertentangan satu sama lain mengingat al-Qur’an dan kitab-kitab terdahulu adalah sama-sama wahyu Allah[11].
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَبَ بِا لْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَ بَينَ يَدَيْهِ وَأنْزَلَ التَّوْرَىةَ وَالإِنْجِيلََ مِنْ قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَاَنْزَلَ الْفُرْقَانَ.أِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَيَتِ اللهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدُ وَّاللهُ عَزِيزُ ذُو انْتِقَامٍ
Dia menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya seraya sebagai pembenar kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Dan Dia menurunkan Taurat dan injil sebelum (al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balsan-balasan siksa (QS. Ali ‘Imran [03]: 3-4)

2.    Kandungan Al-Qur’an Berdasar Periode Turunya wahyu

Dalam periode turunya wahyu kandungan al-Qur’an dapat di bagi menjadi ayat-ayat mekkah dan Madinah, dalam dua pembagian ini, kandungan al-Quran di bagi lagi sebagai berikut:

A.           Perintah membaca dengan nama Tuhan disertai pemikiran. Setelah itu perintah untuk segera bertindak. Pesan-pesan al-Qur’an jenis ini sejak Nabi SAW pertama kali menerima wahyu sampai 4-5 tahun kemudian. Dengan demikian, perintah ini merupakan rangkaian perintah berfikir sebelum bertindak. Kemudian wahyu berikutnya adalah seruan kepada orang lain, terutama para sahabat yang bersedia menjadi pengikutnya, Nabi SAW  di perintah untuk memberikan pendidikan tentang tauhid dan budi pekerti.Tauhid menghubungkan manusia dengan Allah SWT, sementara budi pekerti mempertautkan manusia dengan makhluk Allah Swt.[12].

B.            Respon orang-orang terhadap ajaran islam yang telah disampaikan Nabi SAW hal ini berlangsung sekitar 8-9 tahun menjelang Nabi SAW hijrah. Masyarakat  saat itu memberikan reaksi yang beragam. Sebagian mereka menerima ajaran Nabi dan sebagian besar menolaknya, Salah satu tokoh kafir, Abu sufyan mengatakan, “kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kehormatan kenabian, lalu masih adakah kehormatan yang tinggal untuk kami:. Semua reaksi ini dijelaskan dalam al-Qur’an. Di samping hal itu, al-Qur’an juga menampilkan berbagai kisah para nabi yang sesungguhnya telah mengalami nasib yang sama dengan Nabi SAW, Tidak sedikit sebutan yang tidak pantas yang di terima Nabi Saw. Antara lain sebutan nabi sebagi penyair, pelaku sihir, dukun, orang gila, dan sebagainya. Al-Qur’an tidak mendiamkan hal itu, karena akan berakibat membenarkan tuduhan tersebut. Untuk itu al-Qur’an menanggapi dengan Bahasa yang sederhana dan masuk akal[13].

C.            Pelaksanaan ajaran islam. Ayat-ayat yang menjelaskan hal ini  di turunkan setelah hijrah hingga menjelang wafat Nabi SAW. Dalam usahanya melaksanakan ajaran islam, Nabi memperkokoh pertahanan nya agar tidak mudah di serang oleh kelompok lain. Untuk itu, turunlah ayat-ayat tentang perintah perang. Perintah perang juga menjadi ujian bagi para pengikut Nabi SAW. Ada pengikut Nabi SAW yang setia dan ada pula yang setengah hati.maka turunlah ayat-ayat baru yang dulunya belum dikenal, yaitu orang yang mendua (Munafik)[14].

3.    Kandungan Al-Qur’an Berdasar Tertib Susunan Surat.
Pada dasar nya manusia senang sesuatu yang menarik, mudah, jelas, dan singkat. sifat-sifat pesan yang demikian ini terkandung dalam surat al-Fatihah. Kemudian dalam mushaf al-Qur’an menampilkan surat yang mempunyai kategori Panjang. Jika surat al-Baqarah merupakan surat terpanjang dan memuat kandungan pesan paling lengkap, maka al-Fatihah adalah ringkasan pendeknya. Dan begitu pula ada surat-surat kategori sedang dan sebagai penutup merupakan surat kategori pendek, semua ini memiliki kandungan masing-masing dan berbeda.[15].

Kandungan ringkas masing-masing surat dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam tabel sebgai berikut:

No
Nama Surat
Kandungan Surat
1.
Al-Fatihah
Esensi al-Qur’an
2.
Al-Baqarah
Hukum-hukum ibadah, muamalah
3.
Ali ‘Imran
Kisah Isa A.S dan dasar-dasar hukum antar agama
4.
Al-Nisa’
Hukum keluarga, waris, peran wanita
5.
Al-Maidah
Penyempurnaan dan kelengkapan syariat
6.
Al-An’am
Penetapan hukum halal hanya dari allah
7.
Al-A’raf
Dasar aqidah, ashabul a’raf, kisah rasul dan sunnatullah
8.
Al-Anfal
Azaz-azaz hukum masyarakat islam
9.
At-Taubah
Sejarah perjuangan rasullullah, memuliakan masjid
10.
Yunus
Risalah para rasul, dasar tauhid, dan posisi al-Qur’an
11.
Hud
Ketauhidan dan mukjizat al-Qur’an
12.
Yusuf
Perjalanan rasulullah yang sukses terhadap pemerintahan yang bijaksanana, dan adil
13.
Al-Ra’du
Kekuasaan allah dan kedudukan rasul
14.
Ibrahim
Hikmah turunya al-Qur’an, ajaran nabi Ibrahim
15.
Al-Hijr
Fenomena alam
16.
Al-Nahl
Nikmat-nikmat allah, kepastian datangnya kiamat dan pesan rasul
17.
Al-Isra
Riwayat isra’ mi’raj
18.
Al-Kahfi
Kisah azhabul kahfi
19.
Maryam
Kisah nabi Zakaria, yahya, bunda Maryam, lahirnya Isa
20.
Thaha
Perjuangan nabi musa dan nabi harun menghadapi fir’aun
21.
Al-Anbiya
Kisah 14 orang nabi dan rasul, bantahan alqur’an kepada orang musyrik
22.
Al-Hajj
Manasik haji, masjidil haram, penyembelian kurban
23.
Al-Mukminun
Tanda-tanda mukmin sejati dan proses penciptaan manusia
24.
An-Nur
Aturan pergaulan rumah tangga islami
25.
Al-Furqan
Obor penuntun umat Muhammad dan Nabi SAW sebagai rasul penutup
26.
Asy-Syuara
Al-Qur’an kompilasi kitab-kitab terdahulu
27.
An-Naml
Tamsilnya kerajaan nabi sulaiman dengan putri bilqis
28.
Al-Qashas
Biografi nabi musa, harun, harta kekayaan Qarun
29.
Al-Ankabut
Padanan para penyembah berhala dengan sarang laba
30.
Ar-Rum
Aspek-aspek kekuasaan allah dan kewajiban berjihad
31.
Lukman
Pola Pendidikan dan nasehat orang tua kepada anaknya
32.
As-Sajdah
Bersyukur dan berdzikir kepada Allah SWT
33.
Al-Ahzab
Status hukum anak angkat, pergaulan keluarga dan kemenangan kaum muslim
34.
Saba’
Kish nabi sulaiman, negeri saba’ dan banjir bendungan
35.
Al-Fathir
Berbagi nikmat untuk manusia yang harus di pertanggungjawabkan
36.
Yasin
Al-Qur’an penuh hikmah
37.
Ash-Shafat
Ketaatan malaikat dan allah maha kuasa
38.
Shad
Al-Qur’an adalah peringatan dan rahmat bagi alam semesta
39.
Az-Zumar
Bukti kemahaperkasaan allah
40.
Al-Ghafirun
Nikmat-nikmat yang di lupakan oleh manusia dan allah maha pengampun
41.
Fushilat
Perincian tentang hokum, keimanan, janji, ancaman
42.
As-Syura
Keimanan kepada wahyu dan dasar-dasar musyawarah
43.
Az-Zuhruf
Perhiasan dan harta benda
44.
Ad-Dukhan
Penjelasan lailatul qadar dan keagungan isi al-Qur’an
45.
Al-Jatsiyah
Bertekuk lutut di hadapan allah menerima keputusan
46.
Al-Ahqaf
Kaum hud yang di hancurkan di bukit ahqaf
47.
Muhammmad
Posisi orang-orang mukmin dan kafir didunia dan akhirat
48.
Al-Fath
Kedamaian dan kemenangan kunci kesuksesan mukmin
49.
Al-Hujurat
Hukum dasar pergaulan dan mu’amalahdalam islam
50.
Qaf’
Penciptaan alam semesta dan nikmat-nikmat di dalamnya
51.
Adz-Zariyat
Kepastian adanya pembalasan
52.
Ath-Thur
Peringatan Khaliq kepada makhluk-nya
53.
An-Najm
Fungsi bintang sebagai kompas pedoman manusia
54.
Al-Qamar
Pemberitaan tentang kiamat dan umat terdahulu yang sesat
55.
Ar-Rahman
Berbagai karunia dan nikmat Allah SWT yang luar biasa
56.
Al-Waqi’ah
Kepastian terjadinya kiamat, manusia terbgi atas tiga kelompok
57.
Al-Hadid
Pernyataan kekuasaan allah dan manfaat besi
58.
Al-Mujadilah
Adap sopan santun dan hukum dzihar
59.
Al-Hashr
Pengusiran bani nadzir dan hokum rampasan perang
60.
Al-Mumtahanah
Waspada terhadap spion musuh
61.
Ash-Shaf
Satu kata dalam perkataan dan perbuatan
62.
Al-Jumu’ah
Kewajiban sholat jum’ah
63.
Al-Munafiqin
Perilaku munafik dan anjuran beramal shalih
64.
At-Taghabun
Kecurangan yang tersingkap atau kicuhan yang nyata
65.
Ath-Thalaq
Hukum thalak, rujuk, iddah, nafkah
66.
At-Tahrim
Tuntunan pembinaan keluarga dan rumah tangga
67.
Al-Mulk
Kekuasaan allah dalam berbagai aspek kehidupan
68.
Al-Qalam
Pena dan tulisan sebagai kunci ilmu pengetahuan
69.
Al-Haqqah
Peristiwa kiamat dan tanda-tandanya
70.
Al-Ma’arij
Ancaman kepada kaum kafir dan tabiat manusia
71.
Nuh
Dakwah nabi nuh kepada kaumnya
72.
Al-Jin
Kejayaan untuk jin manusia yang taat
73.
Al-Muzammil
Tugas risalah rasulullah Saw yang pertama
74.
Al-Mudtsir
Perintah ibadah dan dakwah
75.
Al-Qiyamah
Tanda-tanda hari kiamar dan kejadian nya
76.
Al-Insan
Beban tugas hidup manusia
77.
Al-Mursalat
Demi malaikat yang diutus membawa kebaikan rahmat
78.
An-Naba’
Informasi hari kiamat
79.
An-Nazi’at
Peran malaikat dan relevansinya dengan kiamat
80.
‘Abasa
Rahasia di balik teguran
81.
At-Takwir
Menyingkap tabir penyesalan
82.
Al-Infithar
Janji-janji allah SWT
83.
Al-Muthafifin
Menegakkan etika bisnis yang sehat
84.
Al-Insyiqaq
Tipe-tipe manusia di hari kiamat
85.
Al-Buruj
Kehancuran dan penentang rasul
86.
At-Thariq
Proses penciptaan manusia
87.
Al-‘Ala
Jiwa yang suci pangkal sukses
88.
Al-Ghasiyah
Motivasi penelitian alam raya
89.
Al-Fajr
Kaya dan miskin sebagai cobaan allah
90.
Al-Balad
Perjuangan hidup
91.
Asy-Syams
Dua karakter dasar manusia
92.
Al-Lail
Profesionalisme kerja
93.
Adh-Dhuha
Kepdulian social
94.
Al-Insyirah
Etos kerja dan tawakal
95.
At-Tin
Kriteria Manusia unggul
96.
Al-‘Alaq
Membaca kunci ilmu pengetauan
97.
Al-Qadr
Misteri angka seribu
98.
Al-Bayyinah
Tipologi manusia
99.
Al-Zalzalah
Kedahsyatan menjelang kiamat
100.
Al-‘Adiyat
Manusia: antra ketaatan dan kekufuran
101.
Al-Qariah
Aman dan Kemakmuran
102.
At-Takatsur
Kehidupan yang glamor
103.
Al-‘Ashr
Berpacu dalam waktu
104.
Al-Humazah
Terlena dalam kemewahan
105.
Al-Fil
Pasukan bergajah
106.
Al-Quraisy
Aman dan kemakmuran
107.
Al-Ma’un
Memahami esensi shalat
108.
Al-Kausar
Kurban sebagai manivestasi shalat
109.
Al-Kafirun
Asas toleransi dalam islam
110.
An-Nashr
Menanti bantuan dari langit
111.
Al-Lahab
Akibat menentang kebenaran
112.
Al-Ikhlas
Monotheisme murni
113.
Al-Falaq
Permohonan perlindung
114.
An-nas
Pangkal kejahatan

4.    Pokok-Pokok Kandungan Al-Qur’an dalam Surat Al-Fatihah
       Berbicara tentang isi pokok ajaran al-Qur’an biasanya di kaitkan dengan kedudukan surat al-Fatihah. Ia disebut juga sebagai umm al-Kitab, karena isi kandungan nya surat al-Fatihah mengakomodasi keseluruhan isi kandungan al-Qur’an, yaitu:


1)   ajaran tauhid yang tercantum dalam ayat kedua dan keenam dari surat al-Fatihah. Ayat kedua menyatakan bahwa hanya Allah yang berhak menerima segala pujian dan syukur, karena pada hakikatnya segala nikmat yang didapat oleh manusia bersumber dari Allah. Ayat keenam menyatakan bahwa hanya Tuhan (Allah) yang di sembah dan di mintai pertolongan.

2)   janji dan ancaman, termaktub dalam ayat ke empat  yang menyatakan bahwa Allah adalah yang berkuasa pada hari pembalaan (Qiyamat) yang memberi memberikan pahala kepada orang yang beramal baik, maupun memberi hukuman bagi yang melnggarnya.

3)   ibadah, terdapat dalam pada ayat ke lima.

4)   Jalan menuju kebahagiaan hidup, termktub dalam ayat keenam, ayat tersebut mengingatkan kepda manusia agar menempuh jalan yang lurus yang di ridhai oleh Allah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

5)   berita-berita atau cerita-cerita umat terdahulu. Ayat tersebut menjelaskan adanya dua kelompok manusia, yaitu: pertama, orang-orang yang mendapat nikmat  dan rahmat Allah karena mereka taat beragam dan taat terhadap ajaran agamanya, kedua orang-orang yang mendapat murka dari allah karena mereka menyeleweng dan menentang dari ajaran Allah[16].

            Pokok kandungan al-fatihah ayat 1-4 mengenai hak untuk allah, segala pujian hanya untuk Allah yang memiliki kekuasaan yang bersifat kemahaagungan. Ayat 5 mengenai hak Allah untuk diibadaidan hak manusia untuk di tolong. Ayat 6 mengenai hak manusia untuk di tunjukkan jalanyang lurus dan di hindarkankan dari jalan yang sesat.[17]
Ternyata, Surat al-Fatihah telah menjelas kan  pesan utama ajaran islam tersebut secara tepat. Ayat 1-4 berbicara tentang tauhid yaitu sama dengan 4/7 atau 57,1%. Ayat 5 tentang ibadah ( sama dengan 1/7 atau 14,3%). Ayat 6-7 berbicara tentang akhlak (sama dengan 2/7 atau 28,6%)[18].

Quraish Shihab mengklasifikasikan ajaran al-Qur’an ke dalam tiga aspek, yakni; 1) aspek akidah, yaitu ajaran tentang keimanan akan keEsaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan. 2) aspek Syari’ah, yaitu ajaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesame, serta lingkungan nya. 3) Apek akhlak, yaitu ajaran tentang norma-norma keagamaan dan Susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupan nya secara individual dan kolektif.
Pencapaian ketiga tujuan pokok ini di usahakan oleh al-Qur’an melalui empat cara, yaitu:

a.       Perintah memperhatikan alam raya,
b.      Mengamati pertumbuhan dan perkembangan manusia
c.       Kisah-kisah
d.      Janji serta duniawi dan ukhrawi[19]











KESIMPULAN

Al-Qur’an di turunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammmad SAW adalah untuk pegangan hidup bagi umat manusia, dalam al-Quran banyak sekali refrensi yang bisa di buat pegangan hidup bagi setiap manusia.
Sebagai kitab suci yang terakhir al-Qur’an memiliki banyak keistimewaan, kita bisa mencari kandungan di dalamnya, banyak sekali para ulama’ mencari sumber-sumber yang di buat untuk penelitian-penelitian nya.
Dari para pendapat ulama’ lah kita mengetaui bahwa kandungan pokok al-Qur’an adalah kitab suci yang sempurna dan tidak ada pertentangan dalam hal apapun.
Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan tentang ilmu tauhid, tetapi ilmu akidah, ibadah, syari’ah, akhlak, sejarah, muamalah di ajarkan pada kitab suci al-Qur’an.


DAFTAR PUSTAKA

Aziz, M. Ali. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya: Imtiyaz, 2018.

Tim Reviewer MKD UINSA. Studi Al-Qur’an. Surabaya: UIN SUNAN AMPEL prees, 2017.

Al Kharamain, Mujamma’ Khadim. Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Madinah Munawwaroh, 1993.

Shiddiqy, Ash. Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an. Jakarta: Bulan bintang, 1954.

Sa’id, Labibus. Al Jami’us Shoutil Awwalil Qur’an Al Karim. Kairo: Darul Kutubil Arabiyyah.

Al Maududi, Abul A’la. Metode Dasar Memahami Al-Qur’an. Bangil: Al muslimun,1992.

Kholil, Moenawar. Al-Qur’an Dari Masa Ke Masa. Solo: Ramadhani, 1985.

Anshari, Endang Syaifudin. Kuliah Islam. Jakarta: Rajawali Offset, 1992.

Hadhiri, Choiruddin. Klasifikasi Kandungan Al-Qur`an. Jakarta: Gema Insani, 2015.

Masjfuk, Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur`an. Surabaya: Karya Abditama, 1997.

Aceh, Abu Bakar, Sejarah Al-Qur`an. Solo: Ramadhani, 1986





 



[1]Mujamma’ Khadim Al Kharamain Asy Syarifain al Malik Fahd li thiba’at al Mushaf asy Syarif, Al-Qur,an Dan Terjemahnya, (Madinah Munawwaroh), h. 174
[2] Moh. Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Cet 3 (Surabaya:Imtiyaz), h. 109
[3] Ash Shiddiqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an. (Jakarta: Bulan bintang, 1954), h. 174
[4] Labibus Sa’id. Al Jami’us Shoutil Awwalil Qur’anil Karim. (Kairo:Darul Kutubil Arabiyyah), h. 20
[5] Abul A’la Al Maududi. Metode Dasar Memahami Al-Qur’an. (Bangil:Al muslimun), h. 22
[6] Moenawar Kholil. Al-Qur’an Dari Masa ke masa. Cet 6 (Solo:Rmdhni) h. 76
[7] Abu Bakar Aceh, Sejarah Al-Qur’an. Cet 5 (Solo: Ramadhani, 1986) h. 45-49
[8] Abbas Mahmud Al Aqqad, Filsafat Al-Quran. (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1986), h. 16
[9] Moenawar Kholil, AL-Qur’an Dari Masa Ke Masa. Cet 4 (Solo: Ramadhani, 1985) h.84
[10] Endang Saifudin Anshari, Kuliah Al-Islam. Cet 3 (Jakarta: Rajawali Offset, 1992), h. 191
[11] Moh. Ali Aziz. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Cet 3 (Surabaya:Imtiyaz), hh. 110-111
[12] Moh. Ali Aziz, Mengenal TuntasAl-Qur’an. Cet 3 (Surabaya: Imtiyaz, 2018), h. 112
[13] Moh. Ali Aziz, Mengenal TuntasAl-Qur’an. Cet 3 (Surabaya: Imtiyaz, 2018), h. 113
[14] Moh. Ali Aziz, Mengenal TuntasAl-Qur’an. Cet 3 (Surabaya: Imtiyaz, 2018), h. 114
[15] Moh. Ali Aziz, Mengenal TuntasAl-Qur’an. Cet 3 (Surabaya: Imtiyaz, 2018), hh. 114-115
[16] Masjfuk Zuhdi, Pengantar ulumul Qur`an. Cet 5 (Surabaya: Karya Abditama, 1997)  h. 20
[17] Choiruddin Hadhiri SP, Klasifikasi Kandungan Al-Qur`an. Cet 1 (Jakarta: Gema insani, 2015)
[18] Moh. Ali Aziz, Mengenal TuntasAl-Qur’an. Cet 3 (Surabaya: Imtiyaz, 2018), h. 122
[19] Abd. A’la, Study Al-Qur’an. Cet 7 (Surabaya: Uinsa Press, 2017), h. 9

Komentar

  1. Mengapa surat al ikhlas, di dalam ayatnya tidak ada kata/kalimat إخلاص?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak semua nama surat ada di dalam ayatnya. Tapi antara nama surat dan makna ayatnya saling berkatian

      Hapus
  2. Di luar isi, mungkin penggunaan ejaan maupun kaidah kebahasaan yang terlihat jelas banyak yang kurang tepat. Sukses Bro!

    BalasHapus
  3. Wah, sangat bermanfaat. Semoga ilmunya barokah ya

    BalasHapus
  4. Sangat membantu,semoga kedepannya lebih baik

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat Alhamdulillah :)

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah sangat bermanfaat dan membantu

    BalasHapus
  7. Dalam suatu sumber yang pernah saya baca, ada yang mengatakan bahwa surat Al Fatihah merupakan surat yang paling Agung. Apakah pernyataan tersebut benar? Jika benar alasannya apa?
    Sukses selalu dan terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar surat alfatihah memang surat yang agung. Dalam kandungan surat alfatihah mencangkup 3 pesan pokok yaitu aqidah,syariah dan akhlak.
      Sangat tepat alfatihah menjadi surat pembuka dalam al quran.

      Hapus
  8. Artikel yg sangat bermutu..GOD BLESS YOU..😊

    BalasHapus
  9. Artikelnya sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang Al Quran. Semoga dengan ini kita bisa lebih mencintai Al Quran. Syukron.

    BalasHapus
  10. Mantul👍👍👍
    Terimakasih ilmunya😊

    BalasHapus
  11. Masya Allah, terima kasih infonya min

    BalasHapus
  12. Maa syaa Allah, ini sangat bermanfaat bagi saya dan orang lain. Tulisanmu ini membuat saya ingin lebih mempelajari isi dari surat-surat tersebut. Ilmu yang kamu berikan ini in syaa allah akan memberikan berkah padamu. Aamiin

    BalasHapus
  13. Subhanallah, semoga masuk surga

    BalasHapus
  14. Terimakasih, sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah..sangat membantu sekali.Sukses Selalu👍

    BalasHapus
  16. Terimah kadih karna adanya makalah ini saya dapat menambah wawasan

    BalasHapus
  17. 👌👍👍👌👌👌👍👍👍👌👌👍👍👍

    BalasHapus
  18. Ilmunya sangat beanfaat, tetima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar